-
-
-
kupukupu
Kepompong kupu-kupu
Nurul Izzah sedang main petak umpet dengan adiknya yang bernama Wafi. Mereka bermain di sekitar rumah mereka. Nurul menghadap tembok, dan menghitung mulai dari : ,” satu, dua, tiga, empat, udah belum…..!!” dari kejauhan terdengar teriakan Wafi, “belum…kak”. Kemudian kakaknya menlanjutkan menghitung sampai sepuluh. Setelah hitungan sepuluh tidak ada suara maka Nurul mulai membuka mata untuk mencari Wafi.
Kamar demi kamar dimasuki oleh Nurul untuk mencari Wafi. Mulai dari kamar tamu sampai dapur dan kamar mandi. Namun wafi tidak kunjung ketemu juga. Akhirnya Nurul mencoba keluar rumah untuk mencari di halaman. Di halaman rumah terdapat beberapa bunga di pot yang bersih. Tiba-tiba dari balik pot yang besar terdengar suara. “kakak, kakak,… sini kak. Wafi menemukan sesuatu”. Maka dengan cepat kakanya mendekati. “ada apa wafi ? tannya Nurul. “lihatlah kak, ini benda apa ?” tanya Wafi.
Wafi menemukan 2 kepompong yang menggantung di bunga mawar. Nurul dan Wafi akhirnya mengamati dua kepongpong tersebut. Tiba-tiba satu kepompong mulai bergerak dan bagian kepalanya mulai retak. Rupanya makhluk di dalamnya ingin keluar. Dengan susah payah calon kupu-kupu di dalamnya mencoba keluar. Dia meronta, menjejakkan kaki dan tangannya sekuat tenaga. Ia berusaha merobek kulit kepompong yang keras. Kurang lebih satu jam kupu-kupu tersebut berjuang dan akhirnya dapat keluar melalui lubang sempit.
Sayap kupu-kupu yang mulanya kusut mulai mengembang menjadi indah. Tidak lama kemudian ia mulai mengepakkan sayapnya. Dengan sayapnya yang indah ia bebas terbang kemana saja ia suka.
Tidak lama berselang, kepompong yang satu lagi juga mulai beraksi seperti kepompong yang pertama. Melihat betapa susahnya kupu-kupu keluar dari kepongpong wafi merasa kasihan. Ia tidak tega melihati kalau kupu-kupu ini harus berjuang selama satu jam untuk keluar dari kepompongnya.
“Kaka.., mari kita Bantu kupu-kupu ini keluar dari kepongpongnya”, kata wafi kepada kakaknya. Mendengar ajakan adiknya dan ia piker itu benar, maka Nurul menyetujui ajakan Wafi.
Akhirnya Nurul dan Wafi membantu kupu-kupu tersebut keluar dari kepompongnya. Disobeknya kulit kempompong supaya kupu-kupu itu cepat keluar dan terbang menyusul temannya yang sudah duluan terbang.
Ketika Nurul sedang menyobek kepongpong, ayahnya datang. “Sedang apa Kalian ? Tanya ayahnya. “kami sedang membantu kupu-kupu keluar dari kepongpongnya”, Jawab mereka. “Dengan bagaiman kalian membantunya ? Tanya ayah. “Kami menyobek kulit kepongpongnya”, Jawab mereka. “Jangan kalian lakukan itu …! Teriak ayahnya. “ya…., terlambat ayah, kami sudah menyobeknya”. Kata Wafi.
”Anakku, kalian telah melakukan kesalahan. Mari perhatikan apa yang terjadi? ajak ayahnya. Kemudian mereka bertiga mengamati kupu-kupu yang baru saja keluar dari kepongpongnya yang disobek Nurul. Kupu-kupu tersebut cepat keluar dari kepompongnya. Sayapnya kusut dan perutnya buncit. Setelah diamatin sekian lama ternyata sayapnya tetap kusut tidak bisa mengembang. Perutnya yang buncit semakin menyusahkan ia terbang. “Kasihan ia tidak akan pernah bisa terbang anakku”. Ayah mereka dengan sedih. “Kenapa begitu? tanya Wafi penasaran.
Kupu-kupu yang kalian bantu ini otot-ototnya menjadi lemah. Kaki, tangan dan sayapnya tidak terlatih untuk meronta, menjejak, merobek dan berjuang menerobos kepongpongnya sendiri. Perutnya buncit karena cairan tubuhnya tidak terperas oleh lubang kecil tempat ia keluar. Demikian ayahnya menjelaskan kepada Nurul dan Wafi.
Mereka menyesal karena telah melakukan kesalahan.
Apa pelajaran yang dapat petik dari kisah 2 kepompong di atas?
Sungguh indah rencana Allah, yang ada di alam ini. Allah telah membuat Sunnatullah (hukum-hukum alam) dengan rapih. Allah menginginkan kemudahan bagi umatnya dan bukan kesukaran. Sesekali Allah memberi kesusahan sebagai ujian. Allah memberikan kita ujian agar kita berjuang. Dengan ujian itu kita dijadikan makhluk baru yang kuat agar kita menemukan kemudahan dalam menjalani kehidupan ini.
Yang tidak dimengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Allah untuk memaksa cairan dari kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Allah membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.
Saya mohon Kekuatan … Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat. Saya memohon Kebijakan … Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan. Saya memohon Kemakmuran … Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja. Saya memohon Keteguhan hati …Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.
Saya memohon Cinta … Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Saya memohon Kemurahan/Kebaikan hati … Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.
Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.
Hidup Harus Berjuang